Showing posts with label coretan. Show all posts
Showing posts with label coretan. Show all posts

Dari HUMAS untuk KMA



google image



Allahumma shalli wasallim wa baarik ‘ala Muhammad.

Perayaan mauled Nabi Muhammad Saw merupakan kegiatan rutin yang di adakan tiap tahun oleh pengurus keluarga mahasiswa Aceh (KMA) khususnya bagian hubungan masyarakat (HUMAS). Sebenaranya perayaan mauled tidak bisa dinamakan sebagai kegiatan ke-organisasian dikarenakan kita selaku umat Nabi Muhammad shallahu ‘alaii wasallam sudah seharusnya merayakan hari kelahiran Nabi kita sebagai ungkapan rasa syukur kita atas jasa Beliau dalam memperbaiki akhlak kita. Sebagaimana dalam hadist qudsi yang tercantum dalam Musnad Imam Ahmad bin Hambal : “Rasullullah Saw bersabda, Allah berfirman : “kalaulah bukan karena engkau tidaklah kuciptakan semesta ini”.“ Rasa syukur tersebutlah yang menbuat pengurus KMA mejadikan perayaan mauled sebagai salah satu program kerja tahunan sehingga apapun kegiatan, apapun kesibukan di dalam tubuh KMA mauled tidak akan terlupakan. Terima kasih kepada mereka para pendahulu kita yang telah mewariskan sebuah sunnah yang baik semoga setiap wajah cerah bahagia diwajah KMA jadi amal yang menarik mereka kesurga. Amieen…

Pada perayaan mauled Nabi kali ini terbersit dalam benak beberapa koordinator  bagian untuk tampil beda dari tahun sebelumnya, sebagian dari mereka mengusulkan agar kita menghidangkan kepada para tamu nasi bungkus (bu kulah). ide tersebut tidak terlepas dari permintaan beberapa anggota KMA sehingga membuat para anggota Humas tertantang untuk menjadikan suasana mauled layaknya perayaan mauled di menasah-menasah kampung di Aceh dengan hidangan nasi bu kulah. Tak mau kalah dengan koordinator pengurus keputrian pun ingin tampil beda dengan menyiapkan nasi ketan (bu leukat) sebagai snack di sela-sela dzikir mauled yang di bacakan oleh tgk asysyairazy dan rombongan. Menyajikan bu kulah dalam jumlah besar bukanlah sesuatu yang mudah di mesir ini karena kita berada di Negara asing yang dimana lidah mereka berbeda dengan lidah kita dalam cita rasa. Berawal dari kerinduan akan bu kulah yang memiki rasa yang khas timbul dari daun pisang membuat pengurus KMA mengutus beberapa orang sebagai tim pencari daun pisang.
Alhamdulillah akhirnya kita bisa mengadakan mauled dengan menyajikan bu kulah yang di temani dengan kari kambing dan beberapa macam lauk-pauk sebagai pemanja lidah setiap anggota KMA di hari perayaan mauled Nabi Muhammad Saw. Acara ini tidaklah berlansung sebagaimana yang kita planning kan tanpa bantuan dari tangan-tangan mulia panitia, keputrian dengan keindahan mereka menghiaskan beckground yang berkelaborasi dengan bagian kesenian, kesejahteraan dengan lidah surga mereka menyajikan kari kambing bintang lima, Humas dengan jiwa penjelajah mereka tidak membiarkan setiap kebun pisang kecuali di masukinya untuk mendapatkan daunya dan juga setiap toko tidak terlepas kecuali dilantainya sudah tertinggal jejak mereka, berbicara tentang BPH munkin bisa di ibaratkan bagai lautan dan sebuah perahu, BPH sebagai lautan kamilah perahunya tanpa laut perahu tidaklah berguna, itulah mereka.
Terima kasih untuk anda untuk kami untuk semua yang telah ikut berpartisipasi dalam menyukseskan perayaan hari kelahiran Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam semoga setiap tetes keringat yang tertumpah tergantikan dengan telaga kautsar. Amien   

  

Universitas Alam



Google image






Ingin sedikit ku torehkan secuil kenangan mendalam yang terukir indah dalam mozaik perjalanan hidupku. Tidaklah begitu berarti bagi pembaca jika mencoba menilik kisah ini, tapi bagiku didalamnya terdapat sekelumit pengalamanku di dalam universitas kehidupan kehidupan yang tidak mengenal batasan waktu dan tempat. 


Tidak perlu muqaddimah terlalu panjang untuk menjadikan kisahku lebih buruk.
Kisah ku bermula di pagi hari tatkala sang surya mulai mengintipkan di ufuk timur. dengan perasaan malas aku mencoba bangkit dari dari kasurku, kuraih handphone ku mencoba memeriksa adakah miracle disana, aku kembali kecewa karena kudapat tidak ada yang istimewa didalamnya. 



Maksud hati hendak kekuliah tapi apalah daya uang dalam saku ku tidak mencukupi, aku kembali bersemenyam dalam kasur tercinta tatkala aku ungkapkan kecintaan padanya tidak pernah ditolak, tidak ada yang menarik untuk dilihat disekelilingku yang hanya bertumpukan buku-buku diktat kuliah serta buntalan baju yang belum sempat aku setrikain الا kecuali hp butut pemberian ibuku, walaupun butut fitur yang ada padanya dilenkapi dengan internetan dan sebagainya. 



Inilah yang sangat menarik dari universitas kehidupan tersedia berbagai fasilitas: alam bawah sadar, 3D, dunia maya bahkan alam ghaib. Aku mencoba mengakses situs yang paling diminati masyarakat dunia saat ini WWW.FACEBOOK.COM apalagi mahasiswa seperti ku pastilah doyan sama yang namanya fb. berandanya terpanpang jelas di hp ku dengan warna yang serba biru seolah menyampaikan makna tersirat bahwa disinilah lautan manusia dunia maya berkumpul," what ever lah bagiku". 



Aku merefresh mamastikan ada notification, tidak sia-sia sebuah request friend muncul di dindingku, ternyata dia seorang gadis SMA. 



"munkin hanya anak-anak yang baru saja menbuat akun fb jadi wajar saja dia add aku biar pertamanannya bertambah, komfirmasi ajalah..." pikirku dalam hati. 



sejam kemudian aku mendapatkan notification like di semua note yang pernah aku tulis, dan ternyata cewek SMA tadi yang men-like nya. 



Aku memberanikan diri untuk PM (post messeage) padanya : 



"salam....! note saya yang jelek gitu kog dilike semua ya...? emank sudah dibaca...?" 
"wa'alaikum salam akhi...! salam ukhwah ya...! sebenarnya saya add akhi karna suka sama note-note nya...". aku merasa ada bintang jatuh di siang hari mendengar pujian cewek tadi. 



Hari itu dari pagi hingga siang aku habisi waktu chating dengannya... 
tepat jam 11:30 : " akhi...! saya mau balek ke dayah dulu ya, senang x rasanya bisa kenal sama antum, orangnya ramah, kapan-kapan kita chat ge khi ya...!" inbuh dalam pesannya. 



"iyya ukhty.. insyaAllah, belajar yang rajin, biar jadi anak yang shalehah, berbakti pada kedua orang tua" pm ku padanya. 



"akhiii...! pesan saya, jangan pernah menyia2kan harapan seseorang/orang lain, karna Allah akan menyia2akan harapan kita" pm terakhir darinya.

 "insyaallah :) " balasku. 

Bermula dari pagi itu aku merasa ada sesuatu yang tidak biasa pada diriku, "apakah bumi kembali berputar setelah sekian lama tidur...? apakah Gold D Roger bangkit kembali setelah di eksekusi sehingga era white beard dan straw hate tidak pernah ada...? apakah pungguk tidak lagi merindukan sang rembulan...?" 


Berbagai pertanyaan bodoh muncul di benak ku di balik pesan terakhir gadis SMA yang ku kenal pagi itu


 "inilah salah satu mata kuliah tambahan bagiku, dimana ada kesenangan, keceriaan disana ada yang namanya kecocokan" inbuhku dalam hati. 


Pesan terakhir darinya bagai sihir yang bisa merasuki siapa saja yang ada di hadapannya. 
pikiranku selalu tertuju pada gadis itu, hingga dua hari kemudian inbokku terisi, harap punya harap dari dia, kegiranganku bertambah tatkala nama itu keluar IDA TYARA.


"salam akhi... apa kabar..?

" baek alhamdulillah, ukty baek khan...?" balasku


"alhamdulillah baek kog khi... khawatir ya....? ayooo...?" candanya.


 
Usut demi usut ternyata dia masih single. Tsunami pun datang merobohkan benteng haya sophia hatiku, diam-diam aku menaruh rasa padanya, menyukai setiap canda dan guyonannya, begitu juga sebaliknya dia juga menyukai setiap candaanku, guyonanku, kami sangat akrab, saling berbagi cerita duka maupun cinta. 



Sejak saat itu kami semakin akrab sehingga hari Kamis dan Jum'at menjadi hari faviorit bagiku, karna hari itu kami bisa bersama sharing berbagi cerita, ya karna hari itu umminya Tiara datang menjenguk sehingga kami bisa saling menberi kabar.



Tahu -tahunya aku dah jadi famous di lingkungannya. 
ada rasa bahagia tersendiri dihatiku menjadi orang yang sering di sebutkan di bibirnya, rasa apakah ini...? oh my god ..... help me.....! 


Inikah yang namanya CINTA...? tapi aku tidak pernah bertemu dengannya, melihat wajahmya saja melalui foto cinta macam apakah ini...?
Aaah.. masa bodoh dengan itu semua..wkwkwk


sekian 

Sepucuk Surat Dari Ibunda...


 
Google image


Untuk Ananda tersayang di negeri yang di berkahi

 
Engkau Sang Merpati putih-ku
 
Merpati-ku…
aku yakin kalau kamu itu merpati yang terbaik, merpati pilihan…
aku gak pernah ragu membiarkanmu untuk terbang jauh karna aku tau kamu pasti akan kembali, sayapmu begitu kuat untuk badai dunia ini, paruhmu begitu tajam kalau hanya untuk mematuk ulat, aku lepaskan dirimu untuk bisa mematuk ular demi mengasah ketajaman paruhmu.

Merpatiku…
Kamu tahu tidak…? Disaat gemgamanku akan tubuhmu tidak lagi rapat, disaat itulah bendungan air mataku tak lagi kokoh, ombak mutiara yang ada dibalik kelopak mataku begitu tangguh menabrak setiap sudut tanggul di mata ku sehingga tanpa kusadari butiran mutiara ini bergerak maju mengisi dua danau di pipiku, lesung pipi yang selama ini selalu kering dengan senyuman kini terisi dengan butiran air mata terharu penuh kebanggaan, akan kah danau itu kembali kering dengan kepulanganmu merpatiku….?
Ataukah dia akan selalu tergenang oleh dirimu tak pernah kembali…?

Segumpal daging merah dalam dadaku berharap mendapatkan percikan mata air bahagia yang engkau bawa tatkala dirimu kembali.
Lesung di pipi bermimpi tidak lagi penuh dengan air mata yang mesyesak kan akan tetesan embun kesejukan percikan dari tanah impian yang kau jelajahi.\

Aku pasrahkan segala keadaanmu kepada yang kuasa merpatiku, dirimu begitu besar sehingga aku tidak pantas menjadi tuanmu saat ini, aku begitu lemah sehingga tak pantas untuk menjaga mu yang sangat kuat,
Ilmu ku begitu sempit sehingga tak mampu menggapai luasnya pengetahuanmu, sebab itulah aku menbiarkan mu terbang sejauh yang engkau mau…

Bukanlah aku tak mampu jadi tuanmu, aku hanya ingin dirimu lebih baik dariku.
Terbanglah kemana yang engkau mau wahai merpati ku, gapailah apa yang engkau cita-citakan, bukankah binder mu pernah menulis “harta yang sedikit itu bukanla sebuah kekurangan, qana’ah adalah kunci setiap kepuasan, tidak salah untuk mencoba…!”

Merpatiku…
Jika engkau sudah sampai di tujuan mu jangan lupa kau ukir namaku sebagai bukti engkau ingat kepadaku, jika suatu saat nanti aku bisa mengembara seperti mu betapa bahagaianya diriku ketika melihat namaku sudah tertera disana.

Merpati ku..
Warna mu putih suci ketika aku melepaskan mu, jangan engkau kecewakan aku dengan warna hitam yang kotor tatkala engkau kembali, kembali lah dengan warna putih suci lagi bercahaya sehingga bisa menerangi gelapnya jalan orang di sekitarmu.

Merpatiku…
Di kakimu aku ikat pita berwarna biru tanda bahwa dirimu pergi untuk kembali.
Orang bijak berkata :
” Jangan pernah ragu membiarkan merpati terbaik terbang jauh. Yang terbaik selalu mampu pulang.”

Kaulah yang terbaik.

                                                                                                                Salam rindu

                                                                                                                
                                                                                                               Ibumu tercinta.

Tak terasa air mata kini menbasahi pipiku, aku yang selama ini begitu keras, tak pernah meneteskan air mata, kanapa saat surat dari mu air mata ku tak bisa aku bendung…

Apakah kerinduanku akan keluargaku telah lama aku pendam tanpa aku sadari…?
Atau hanya karena keadaan di negeri ini sedang terjadi konflik ». yang menyisakan puing-puing trauma dua tahun lalu yang menimpa aku dan dua sahabatku sehingga kami harus mendekam di penjara selama satu hari….?

Aku tidak mengerti, jika semua ini adalah penyebabnya, jika saja iya sudah barang tentu aku bukanlah merpati yang terbaik, jadi aku hanyalah seekor capung yang terbang mengikuti arah angin…?
" It’s impossible, I can’t be like that, I’m a pigeon, and i can fly where i need, where i want."

Aku merasa terlalu amat lemah, jika kerinduan akau ibu-bapaku datang menghampiri, biar orang berkata cengeng asal air mata ini bisa jadi penawar rindu-ku bagi mereka.

Tak kuasa aku melipat surat yang engkau titipkan lewat sahabatku tiga bulan lalu ibu, ingin rasanya aku tertidur dengan surat ini karena disana ada wajahmu yang sedang tersenyum.

Aku beranjak menuju kamar mandi berwudhu’ demi menghadap sang pencipta rindu.
Aku berbaring di kasur kesanyanganku dengan tatapan kosong menunggu mataku terpejam.

Tanpa kusadari ternyata sahabatku mengerti apa yang aku rasakan saat ini, dia mengerti aku, mengerti sifatku, padahal aku sudah berusaha menutupi semua ini.

Dia mendekati ku..

” mul…! Ente lagi kangen sama mamak ente kan…? ana tau ente tu anak terakhir, ana punya adek, jadi ana tau gimana sifat anak terakhir itu, lagian kita sudah berteman lebih dari tujuh tahun,..

Sudah lah mul, kalau lagi bersedih jangan lama-lama, tu sajadah ada wudhu’ sana nangis di Depan Allah biar ente di beri ketabahan dan kesabaran dalam menjalani ini, ini kan pilihan ente dulu,.. ya gak..?
Mereka baik-baik saja insyaallah” ujar temanku yang akrab di panggil Habib
.
Aku menoleh kedia tanpa kata hanya bisa tersenyum.

” gitu donk…! Kan manis gitu, enak diliat kalau ente senyum… Hehehe ” canda dia.

Dalam hati aku berkata :" manknya aku kalau gak senyum senyum hambar gitu…Yohohohoho"

“Habib… Makasih ya…"

"Ente dah jadi sahabat baik ana, walau ana belum bisa jadi sahabat yang baik… Hehehe” ujarku…

Aku terbangun tatkala azan shubuh berkumandang, aku tidak tau dimana akhir dari cerita kami, yang aku ingat hanya dua kata, kanada dan nikah… chiii...chiii...chii..chi..

Kanada adalah negeri impianku setelah negeri seribu menara ini, sedangkan nikah nikah adalah salah satu dari banyaknya planing si Habib, dia ingin nikah setelah dapat gelar LC… 
 
Seperti biasanya aku bergegas untuk shalat shubuh berjama’ah karena jarak antara mesjid dan apartemen tempat kami tinggal hanya 10 meter.

Hari itu aku berharap kerinduan akan orang tua-ku dan impian-ku ke KANADA bisa jadi pertamax motor-ku dalam menjalan kan misi-ku di negeri kinanah,begitu juga semangat nikah sahabat-ku si Habib semoga Allah jadikan juga sebagai bahan bakar motivasi dia.
Sekian…

“motivasi itu bisa berbentuk apa saja, walau hal itu jika di pikir dengan akal sehat tidak munkin, tapi yakinlah… Dan yakinlah… Dan yakinlah… Pencipta keyakinan dan impian itu selalu menberi yang terbaik”

Ssssst...

"impian manusia itu tidak pernah mati..."  Marshal.D.Teach

Teropong Sebelum Tidur...


 
Google Image

Sedikit mereview kembali 10 tahun yang lalu ketika kakek ku masih hidup.

Hari itu aku masih berumur sepuluh tahun, mulanya berniat mengunjungi kakek yang tempat tinggalnya agak berjauhan dari rumahku, beliau tinggal di daerah pegunungan yang munkin disana sedikit sekali kita jumpai mereka yang tersentuh dengan yang namanya pendidikan formal yang di sebut itu sekolah ataupun perkuliahan, yang munkin berbeda dengan kampung dimana aku menetap yang pada umumnya sudah bergelar sarjana dan menjadi PNS….

What ever lah, walaupun kakekku orang yang buta baca dan nulis alias buta huruf, alhamdulillah dia bisa pijat kalau kita sakit gigi bisa sembuh lo….

Karna ayahku pernah nyuruhku pergi kerumah kakek ketika gigiku bengkak…hehehehe hebaaaat khan….?
Oe ya kakek ku itu juga sangat bijak, apa saja yang dia katakan sangat bermamfaat, munkin jika aku tulis di note ini gak bakalan cukup, bisa jadi berjilid-jilid buku disusun dari nasihat-nasihat beliau.

Kembali lagi kepada sepuluh tahun yang lalu yang ketika aku ingin berkunjung kerumah kakek ku munkin tujuan utamaku adalah biar dapat jajan lebih, maklum saja aku masih kecil tidak faham dengan namanya silaturrahmi apalagi dengan yang katanya dipanjangkan umur, yang penting bagiku dapat jajan…
Prinsipku tidak pernah datang buat minta uang, tapi trik yang aku pakai supaya dapat uang. 

sebagaimana kata pepatah “الطريقة اهم من المادة”
“Trik itu lebih penting dari pada apa yang ingin di capai” Begitulah kira2 maknanya…

Mulanya aku mulai mijit kakek ku, yang pasti seorang kakek suka di pijit sama cucunya apalagi yang cute sepertiku…hhehhe
Yang pastinya aku itu mau dapat imbalan…
Guyonan serta candaku semua diladenin sama beliau hingga aku merasa lelah dan berhenti memijit beliau…
kakek ku berkata ketika itu:

“dek mun…! Ni sedikit jajan buatmu (ucapnya dalam bahasa aceh)”
lansung saja aku mengambilnya dengan senyum menghiasi bibirku…
Dia meneruskan ucapannya lagi “nanti kalau kamu sudah besar, jadi anak yang baik , berbakti pada ke dua orang tua…” aku mengangguk faham,

Aku pikir ketika itu nasihatnya sudah selesai, eh ternyata beliau lanjut ge…
“dek mun…! nanti ketika sudah besar dan sudah punya pekerjaan, kamu harus senang dengan apa yang kamu miliki, jangan terlalu memikirkan apa yang belum ada, karna manusia itu tidak akan pernah puas dengan apa yang sudah ada, sudah punya sepeda ingin punya honda begitulah selanjutnya… Jadi kamu harus bergembira dengan apa yang ada ya…” 

aku menyahut : “kek… Mamak juga selalu bilang begitu “bergembiralah dengan apa yang ada….”

aku hanya mengiyakan… Walaupun pada waktu itu aku tidak mengerti sepenuhnya apa yang kakek katakan padaku.

Sepuluh tahun aku menjalani kehidupan sejak beliau berkata demikian, sedikit demi sedikit aku faham akan hakikat hidup.

Kakekku tidak berbohong dia berkata apa yang dia dapatkan ketika hidup.
Aku berniat dalam hati untuk selalu menjadi diri sendiri dan berpuas hati terhadap apa yang ada.
Hidup bukan untuk di kejar tapi untuk di jalani karna itu titah dari Allah. mensyukuri adalah hal yang paling susah kita aplikasikan dalam hidup, walau kadang itu kita lihat mudah.
menjadi manusia yang super itu bukanlah hal yang semudah membalikkan telapak tangan.

Hidup memang banyak pilihan…
menjalani nya bagaikan kita berjalan dalam labirin yang sangat panjang, sepanjang apapun labirin pasti ada pintu keluarnya. kebanyakan mereka pesimis akan jalan yang dilalui sehingga membuat mereka frustasi akhirnya mati bunuh diri…

Sebagian mereka optimis akan jalan yang di tempuh, tapi sayang ular yang hidup disana memakan mereka di sebabkan kelalaian akan berbagai jebakan didalamnya…
Sebagian lagi dari mereka optimis di iringi dengan penuh kehati-hatian, mereka tau labirin adalah permainan yang harus di ikuti dengan berbagai tata tertib, jebakan serta ranjau yang ada di dalam nya bisa mereka lewati dengan selamat hingga penghujung dari labirin tersebut…

Kelompok pertama mereka orang non muslim sudah pasti tidak akan selamat di akhirat, apapun usaha mereka sebelum kalimat tauhid membasahi setiap partikel yang ada dalam tubuh mereka…

Kelompok kedua mereka orang muslim, cerdas, faham akan segala yang islam ajarkan, akan tetapi kepandaian, kecerdasan yang mumpuni dalam diri mereke di gunakan untuk menghujat, mencari popularitas dengan dalih agama, menjual agama dengan imbalan shio, lok dan hok ( harta, tahta dan wanita), munkin golongan ke-2 ini adalah mereka yang liberal, ngaku islam tapi kog kekristenan, kebudhaan, kehinduan, atau apa lah nama2 agama Paganisme lainnya…
Sederetan kebodohan itu lah yang menjadi ular pemakan mereka kelak….

Adapun golongan ketiga mereka yang berkata sesuai dengan tuntunan agama kita islam, tidak mengkhianati Allah dan Rasul-Nya, berjalan di jalur para perintis, menjadi generasi yang baik, mengambil agama pada guru yang terjamin shaleh…

Inilah mereka yang tidak akan Allah jadikan hawa dari azab-Nya dirasakan mereka….
semoga kita menjadi orang yang selalu bereda dalam lindungan Allah dan iman kita di pelihara oleh-Nya. dimana pada hari yang tidak berguna harta dan anak2 kecuali amal yang shalih….
waallahu a’lamj

Ketika Fanatisme Menbutakan Hati


 
Google image
Suatu hari seorang anak berkata pada ayahnya:

Anak : “ayah… Aku sangat benci melihat dia(seraya menunjuk kearah kawannya).
Ayah: “kanapa kamu benci dia anakku….?”
Anak: “di sekolah dia selalu menjawab ketika ibu guru bertanya, dia banyak kawan, kaya lagi, pasti dia sogok ibu guru itu biar tanya selalu sama dia dan dia pasti juga jelekin aku didepan teman-temannya biar temanku berkurang.”

Ayahnya hanya tersenyum kemudian berkata :” anakku…. Kamu pasti merasa hidup kamu itu tidak akan pernah puas, bahagia, dan senang selama sifat ini kamu simpan.”

Anak ini jadi bingung kemudian bertanya :”kog aku gak tenang, gak bahagia, gak puas ayah…?, padahal kan aku punya banyak mainan, uang juga banyak yang ayah berikan, kawan juga banyak, kog ayah bilang gitu…?”

Ayahnya menjawab: “itulah yang dinamakan dengan hidup anak ku, hidup itu kompetisi , untuk jadi yang terbaik itu harus dengan jujur walau kita kalah.walau lawan kita itu curang kita tetap harus husnuzdhan.
kita tidak pernah merasa tenang hidup selama kita berpikiran orang lain itu jelek, menganggap orang lain itu curang, dan kita berusaha ingin menghancurkan orang itu. Padahal upaya yang kita buat itu bukan MENHANCURKAN akan tetapi malah menbuat dia jadi tambah MAJU.”

"Anakku… Jika kamu merasa dirimu lebih baik dari dia, dan ingin disayangi guru, jawablah pertanyaan guru ketika dia bertanya, bukan menjelekkan kawan kita,karna orang bijak pernah berkata ” bukti orang tidak tenang ialah ia selalu ingin menang sendari, bukan maju bersama-sama.”

“Anakku…! Bukalah matamu untuk bisa melihat dengan jernih, buanglah segala sifat jelekmu itu…”

Kata mereka :
'Jika anda merasa diri lebih baik dari orang lain, atau bahkan lebih mulia dari orang lain, maka itu artinya anda lebih hina dan lebih nista dari orang tersebut..'